About me

Me and Buluck - On the road of Java
     Hal baru dan cerita yang baru selalu membuat saya ingin tetap terus berpetualang. Mengelilingi Negara tercinta Indonesia adalah salah satu mimpi saya, keindahan serta budaya yang dimiliki oleh bangsa ini selalu bisa membuat mata dan hati ini takjub. Walaupun hanya sekedar impian, saya selalu yakin dengan kesempatan yang ada untuk mengejar semua impian yang menumpuk lebih dari segudang itu. Mimpi adalah sebuah kehidupan bagi saya, karena di dalamnya terdapat harapan dan tujuan. 

     Ya itulah sedikit tentang apa yang aku pikirkan. Namaku Tomy dan sahabatku yang selalu menemani perjalananku ini adalah Si Buluck(Sang Pelari Tua Vespa), seperti gambar diatas dia tampak bahagia bersamaku kan?. Awal dari perjalananku berpetualang dikarenakan latar pekerjaan orang tuaku yang hobby berpindah-pindah tempat dari sebelum aku lahir, mungkin bukan hanya sekedar antar desa tetapi bisa antar Provinsi dan bisa juga Pulau.
  
Menginjak halaman TK
        Aku lahir di sebuah desa dari Jawa Barat dimana tempat kedua Orang tuaku dan kedua Saudaraku juga dilahirkan disana. Anak ketiga dari tiga bersaudara, lahir sebagai bungsu dan punya jarak yang jauh dari kedua kakakku. Tapi manja dan cengeng bukanlah tipeku sejak kecil, nakal dan jahil sudah jadi sifatku saat menginjak halaman Taman Kanak-kanak (TK). Mengawali pendidikan di kota Jambi menjadi awal perjalananku, mencari teman dan punya banyak kenalan salah satu keahlian alamiku.

     Singkat perjalananku di Jambi berakhir hingga aku sedang berada di bangku SMP kelas 1 semester 2, aku pindah ke kota Karawang di Daerah Jawa Barat yang juga dikenal sebagai kota Lumbung padi, tepatnya di sebuah kampung di Rengasdengklok. Suasana dan kebiasaan yang sangat berbeda, dan tentunya hal yang paling sulit adalah komunikasi. Lahir di Jawa Barat tidak membuatku mudah untuk mengenal bahasa yang sama, karena lidahku sejak kecil terbiasa dengan bahasa melayu.

     Menjadi sorotan utama sebagai anak pindahan, banyak mengundang senyum dan banyak juga yang saling memperlihatkan matanya dengan ketajaman melebihi "silet". Mencoba sopan dan ramah adalah awal untuk mencoba mengenal lingkungan, serta mencari Teman yang banyak. Saingan prestasi dalam nilai dan reputasi sebagai pria memberi beban untukku di lingkungan baru ini, karena menyandang sebagai anak pindahan dari luar daerah. Tiga hari berusaha menjadi baik ternyata belum cukup mendapat perhatian yang baik, perkelahianpun terjadi dan berakhir menjadi sebuah persahabatan yang tak pernah terputuskan. Membuat awal dan akhir yang indah untukku selama berada di kota ini.
Taruna - Menyerah adalah kebodohan.

     Subang, kota selanjutnya yang ku datangi untuk menempuh Sekolah Menengah Atas. Dimana dikota inilah aku dilahirkan, tempat seluruh keluargaku berada. SMK Taruna yang berada di kota Subang daerah Dangder menjadi pilihanku, Sekolah berbasis semi militer dan juga Sekolah kejuruan yang masih banyak ditakuti saat itu, karena banyaknya rumor tentang kekerasan di dalamnya.

     Disiplin, Kerjasama dan segalanya dilatih di tempat ini. Awal yang berat ketika melihat teman seangkatan di sekolah lain sudah mulai belajar dan mengerjakan tugas, berbeda dengan sekolahku yang harus menjalani Latihan Dasar Taruna selama 6 bulan. Harus hadir di Kampus Putih (Sebutan sekolahku) pada saat selesai adzan subuh pukul 04:30WIB, dengan segala perlengkapan dan sebagainya. Sekolah 55 juga menjadi sebutan kami selain Kampus putih, karena diharuskan datang jam 5 pagi dan pulang jam 5 sore. 

     Enam bulan, tiba saatnya untukku dan untuk semua teman seperjuanganku dilantik Sebagai Taruna, enam bulan sudah cukup membuatku banyak belajar. TIM SAR adalah tempat pertama yang kudatangi sebelum menjadi anggota Batalyon Taruna (Anggota Osis), karena ketertarikanku terhadap sosial dan alam membuatku bergerak cepat menuju sekretariat SAR. Melalui latihan Diksar ternyata lebih berat daripada ketika Latdastar, banyak yang mendaftar tetapi sedikit yang lulus Pendidikan SAR. Lulus menjadi TIM SAR mendapat perhatian lebih untuk diriku sendiri, menjadi sebuah kebanggan lagi tentunya. 

     Mendapat tugas menjadi relawan dan membantu banyak orang membuatku bahagia tanpa harus memikirkan resikonya. Banyak mendapat pelajaran dan pengalaman baru lagi tentunya. Mempelajari tentang banyak Alam liar dan kehidupan menjadi pengalaman yang berharga, tidak pernah membuatku merasa bosan. UAN yang akhirnya harus dilalui dari semua ujian di sekolahku, yang juga pada dasarnya sama dengan semua SMA yang ada di seluruh negeri ini. Lulus menjadi hasil yang membuatku merasa bangga kembali.

     Dan disinilah akhirnya, di Kota Berhati Nyaman yang penuh dengan keramahannya dan budaya yang masih eksotik. Di kota Jogja tempatku melanjutkan perjalananku, bertemu dengan semua teman dan sahabat yang menjadi saudaraku dari seluruh penjuru di negeri ini. 

     Bersyukur adalah hal yang selalu aku ucapkan untuk semua hal yang pernah kulalui sampai saat ini, dan Pertualanganku belum berakhir teman. Ini sekilas tentang perjalanan hidupku sampai saat ini ketika aku menulis di blog ini, dan akan kuceritakan perjalananku di dalam blog ini lengkapnya. Terimakasih dan Mohon Maaf bila ada kata yang kurang bisa dimengerti. Salam Lestari dan Salam Indah untuk Indonesia.

No comments:

Post a Comment