Monday, December 8, 2014

Backpacker dan Traveler

     Artikel saya kali ini ingin mengulas tuntas tentang Backpacker dan Traveler yang masih jadi
perbincangan saat ini di kalangan penggemar baru penikmat wisata dan jalan-jalan yang semakin merajalela, dan keduanya menurut saya memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Dan saya sendiri bisa dibilang termasuk dalam kategori bacpacker, ya mungkin untuk beberapa hal saya lebih menyukai menjadi backpacker. Sebelum membahas tentang Backpacker dan Traveler, setidaknya kita harus tahu terlebih dahulu tentang pengertian di antara keduanya agar tidak salah persepsi.

Backpacker
         Backpacker itu sendiri dulu saya mengartikan tentang seseorang yang melakukan perjalanan jauh sendiri dan membawa ransel serta mencari estimasi perjalanan yang murah atau seminimal mungkin sepertinya. :D Ya pada dasarnya Backpacker punya perinsip masing-masing dengan tujuan dan pandangan yang berbeda, sampai saat ini definisi tentang backpacker itu sendiri masih bias di kalangannya. Dengan segala definisi yang ada dari para Backpacker yang pernah saya jumpai dan di Buku yang pernah saya baca serta di Ribuan artikel yang pernah saya lihat, bagi saya sendiri semua mengacu pada perilaku positif manusia yang penuh dengan rasa ingin tahu dan semangat optimisme terhadap semua hal baru. Backpacker juga bukan hanya sekedar melakukan perjalanan jauh antar kota ke kota lain ataupun ke pulau dan negara lain dengan membawa ransel, melainkan bisa menjadi seorang yang memiliki rencana yang baik, berani membuat sebuah keputusan yang bijak dan cepat, juga berani bertindak dan mandiri.


At Station
Traveler
           Akan tetapi menjadi Traveler bukan berarti tidak mengasikkan, hanya saja menurut saya style-nya yang sedikit berbeda. Untuk definisi pada perinsipnya sama dengan Backpacker, ya untuk beberapa kali saya juga menjadi Traveler, Membawa koper bukan berarti harus melakukan perjalanan selayaknya Traveler dikalangannya bukan?, dan bukan berarti harus menjadi sebuah perdebatan yang "Indah" bersama Backpacker. Menjadi Traveler terkadang juga sering dikatakan orang yang suka memakan biaya lebih banyak untuk hal-hal yang tidak seharusnya. Akan tetapi Traveler cuma tidak ingin lebih ribet mengurus sebuah perjalanan dan ingin "puas" dengan perjalanannya. Mungkin saja Traveler itu sibuk dengan pekerjaan dengan waktu yang sempit untuk mengurus itinerary dan estimasi perjalanan, sehingga mereka menggunakan sebuah jasa untuk survey dan layanan. Dan tidak semuanya Traveler tidak memilih jalan seperti Backpacker, seperti yang saya katakan di atas terkadang seorang Traveler juga harus bijak dalam mengambil sebuah keputusan. 

           Jadi menurut saya semuanya bersifat Universal, dimana semua orang bisa menjadi Backpacker dan Traveler. Apakah anda orang selanjutnya yang akan menikmati keindahan Indonesia sebagai Backpacker ataupun Traveler? Ya bagi saya keindahan alam dan budaya di Indonesia tidak akan pernah ada habisnya dinikmati sampai kapanpun dengan kedua mata ini. Mencintai negeri sendiri memang lebih sulit daripada mengeluh melihat negeri lain. Jadi siapkan Ransel dan Koper anda untuk mampir di salah satu kotaku dan kota-kota sahabatku di seluruh Indonesia ini. Salam Lestari dan Salam Indah untuk Indonesia.

No comments:

Post a Comment